Jurnal Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Sriwijaya, ISSN: 2087-0558

Tampilkan postingan dengan label Biologi Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi Laut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan


Isnaini
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
                Telah dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas fitoplankton di perairan muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada tanggal 26 Mei 2005 hingga 2 Juli 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive random sampling. Lokasi pengamatan dibagi menjadi 9 stasiun. Berdasarkan hasil pengamatan dari 9 stasiun komposisi komunitas fitoplankton yang ditemukan pada musim peralihan I (bulan Mei) terdiri dari 4 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 82,35 %, kelas Cyanophyceae 5,88 %, kelas Dinophyceae 5,88 % dan kelas Euglenophyceae 5,88 %, sedangkan pada musim timur (bulan Juli) ditemukan tiga kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 80 %, kelas Cyanophyceae 5 %, kelas Dinophyceae 15 %. Secara umum, Indeks keanekaragaman fitoplankton pada musim peralihan 1 adalah 1,261 maka keanekaragaman jenisnya sedang dan pada musim timur Indeks keanekaragaman fitoplankton rendah yaitu 0,411, sedangkan indeks kesamaan antar stasiun fitoplankton pada musim peralihan 1 dan musim timur berkisar 0,4-0,9, hal ini berarti penyebaran komunitas relatif sama baik pada musim peralihan I dan musim timur. Serta sebaran marga fitoplankton tidak merata dan memiliki pola penyebaran mengelompok.

Kata kunci: Struktur komunitas, fitoplankton, Muara Sungai Banyuasin 

free full text

Struktur Komunitas dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan


Yunita Veronika Munthe, Riris Aryawati, Isnaini
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya-Indonesia



ABSTRACT
                The change water quality is closely related to abundance and compotition of  phytoplankton so the existing of phytoplankton in water can give information about the water condition. The purposes of this research were getting information about diversity, abundance, distribution, structure community of phytoplankton in Sungsang water,  definiting distribution of physic and chemical parameter in the water. The research about structure of community and distribution of phytoplankton in Sungsang, South Sumatra, had been done on April 2011. The research stations were determined by the Purposive Sampling method. The sample of phytoplankton was taken by plankton net with 20µm meshsize. Identification of Phytoplankton was performed by observing  under a microscope and using phytoplankton identification book in laboratory. The result showed that phytoplankton which found were composed by 4 classes of phytoplankton, they are, Chlorophyceae, Dinoflagellata and Cyanophyceae. Generally, the Genus that found was Coscinodiscus, Skeletonema, Streptotheca, dan Desmidium. The value of phytoplankton abundance in each station are 48 cell/l up to 206 cell/l. Index of diversity  (H’) ranged from 0,92 – 2,77, index of uniformity (E) ranged from 0,48 – 0,87 and index of dominance ranged from 0,19 – 0,66. The physic and chemical parameters, they are temperature, salinity, pH, nitrate and phosphate is classified as good, but the visibility and DO is classified as not good.

Key word : Structure of community, Distribution, Phytoplankton, Sungsang waters


ABSTRAK
                Perubahan kualitas perairan erat kaitannya dengan kelimpahan dan komposisi fitoplankton sehingga keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan infomasi mengenai kondisi suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, kelimpahan, sebaran, dan menentukan struktur komunitas fitoplankton di perairan Sungsang serta menentukan sebaran parameter fisika kimia perairan di daerah Sungsang. Penelitian tentang struktur komunitas dan sebaran fitoplankton di perairan Sungsang Sumatera Selatan telah dilaksanakan pada bulan April 2011. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode Purposive sampling. Sampel fitoplankton diambil dengan menggunakan jaring plankton (Plankton net) dengan ukuran mata jaring 20 µm. Identifikasi fitoplankton dilakukan di laboratorium dengan cara mengamati di bawah mikroskop dan menggunakan buku identifikasi fitoplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan tersusun atas 4 kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Dinoflagellata dan Cyanophyceae. Genus yang paling umum dijumpai adalah Coscinodiscus, Skeletonema, Streptotheca, dan Desmidium. Nilai kelimpahan fitoplankton pada setiap stasiun berkisar antara 48 sel/l sampai 206 sel/l. Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0,92 – 2,77, Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0,48 – 0,87, dan Indeks Dominansi (C) berkisar antara 0,19 – 0,66. Parameter fisika kimia yang terdiri dari suhu, salinitas, pH, nitrat dan fosfat masih tergolong baik tetapi kecerahan dan DO tergolong kurang baik.

Kata kunci : Struktur komunitas, Sebaran, Fitoplankton, Perairan Sungsang

free full text


Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Minuman Kombucha dari Rumput Laut Sargasssum sp


Ayu Pratiwi, Elfita, Riris Aryawati
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of time on the physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material. The method that used in this research is explorative and descriptive methods. The treatment in this study is the fermentation time, there are 4 days, 8 days, 12 days and 16 days against physical and chemical properties of the Sargassum sp Kombucha. The results from the research show that fermentation time give the effect on physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material.

Key words: kombucha, Sargassum sp., fermentation


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh waktu terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan deskriptif. Perlakuan dalam penelitian ini adalah lama fermentasi yaitu fermentasi 4 hari, 8 hari, 12 hari dan 16 hari terhadap sifat fisik dan kimia pada kombucha Sargassum sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu berpengaruh terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp.

Kata kunci: kombucha, Sargassum sp., fermentasi
 

Sabtu, 04 Februari 2012

Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Penanaman yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan

Bayu Dwinata Putra, Riris Aryawati dan Isnaini
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

ABSTRAK
        Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria sp.) dengan Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode penanaman terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T (t test) untuk dua sampel independent digunakan untuk menilai apakah rata-rata penanaman menggunakan metode rawai panjang dan metode lepas dasar secara statistik berbeda satu dengan yang lain. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penanaman rumput laut pada metode rawai panjang lebih efektif dibanding dengan penanaman menggunakan metode lepas dasar. Pertambahan berat rata-rata rumput laut Gracilaria sp. tertinggi didapatkan pada penanaman dengan metode rawai panjang sebesar 33,15 gr. Laju pertumbuhan tertinggi Gracilaria sp. didapatkan pada metode rawai panjang sebesar 4,445 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rawai panjang sebesar 2,009 gr.

Kata kunci : Metode Penanaman, Gracilaria sp., Kalianda
free full text

Studi Keterkaitan Komunitas Ikan Karang dengan Kondisi Karang Tipe Acropora di Perairan Sidodadi dan Pulau Tegal, Teluk Lampung Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung

Wahyudi Mardasin, T.Zia Ulqodry, Fauziyah
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
Terumbu karang merupakan ekosistem yang kompleks dan merupakan habitat bagi komunitas ikan karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk hubungan atau keterkaitan ekosistem terumbu karang tipe Acropora dengan komunitas ikan karang di Perairan Sidodadi dan Pulau Tegal Teluk Lampung Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2010. Metode pengamatan tutupan terumbu karang adalah metode LIT (Line Intercep transcet) dan pemantauan kelimpahan komunitas ikan karang menggunakan UVS (Under Water Visual Sensus). Pola hubungan antara komunitas ikan karang dengan kondisi karang tipe Acopora dianalisis dengan metode regresi linier sederhana. Persentase tutupan terumbu karang di lokasi penelitian berkisar antara 67,80 – 92,30%, dan termasuk kategori baik hingga baik sekali. Struktur komunitas ikan karang berada dalam kondisi stabil dengan jumlah setiap individu atau spesies tersebar merata dan tidak ada yang mendominansi. Tingkat kehadiran ikan karang diantara Pulau Tegal dan Perairan Sidodadi memiliki kesamaan komunitas ikan karang yang ditunjukkan dengan nilai Indeks Dice sebesar 0,7. Kondisi karang tipe Acropora memiliki keterkaitan yang positif terhadap kelimpahan ikan karang, kecuali karang tipe Acropora tabular.

Kata kunci : Ikan karang, Karang Acropora, Perairan Sidodadi dan Pulau Tegal
free full text

Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda, Lampung Selatan

Reza Novyandi, Riris Aryawati dan Isnaini
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
          Research of Growth Rate of Gracilaria sp. by Multilevel Racks Method at Kalianda Waters, South Lampung was held at May until June 2010. The aim of this research were to know and analyze comparative growth of Gracilaria sp. by multilevel racks method consisting of 5 levels with different depth of each level, through measurement : average of weight gain, growth rate, and growth relative. Data was analyzed by using ANOVA (Tukey test) to assess whether the average of the five levels statistically different each other. The highest Gracilaria sp. comparative growth in 6 weeks period on research was available at first level with 30,2 gr/week. The highest growth rate was available at first level with 4,25 %gr/day. The highest growth relative was available at first level with 1,86 gr. The result of research showed that level 1 and level 2 (depth of 30 cm and 60 cm) was the effective growth rate level than the others.

Keywords : Multilevel Racks Method, Gracilaria sp., Kalianda.


ABSTRAK
      Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda-Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan pertumbuhan Gracilaria sp. dengan metode penanaman rak bertingkat yang terdiri dari 5 tingkatan dengan perbedaan kedalaman tiap tingkatannya, melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji Tukey) untuk menilai apakah rata-rata kelima tingkatan secara statistik berbeda satu sama lain. Pertambahan berat rata-rata tertinggi rumput laut Gracilaria sp. dalam periode 6 minggu pengamatan didapatkan pada tingkat I sebesar 30,2 gr/minggu. Laju pertumbuhan tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 4,25 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 1,86 gr. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkatan I dan II (kedalaman 30 dan 60 cm) merupakan tingkatan yang paling efektif tingkat laju pertumbuhannya dibandingkan dengan tingkatan dibawahnya. 

Kata kunci : Metode Rak Bertingkat, Gracilaria sp., Kalianda 
free full text

Studi Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii dengan Berbagai Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan

Tri Wijayanto, Muhammad Hendri, Riris Aryawati
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya Indonesia


ABSTRACT
Research on Growth Studies Seaweed (Eucheuma cottonii) with Various Different Planting Methods on Kalianda Strait, South Lampung" was done March until April 2010. The aim of this research ware to know and analyze the ratio of floating raft method, long line method, and off-bottom method to growth from Eucheuma cottonii covering as follows : growth rate; growth relative; and weight accretion. The data obtained were analyzed using parametric statistics with more than two different test groups (One Way ANOVA) and continued with LSD test on α = 5% level if data was significantly affected. The results of showed that the floating raft method is more effective than other farming methods. The highest growth rate of Eucheuma cottonii on the floating raft method amounted to 48.40% gr / day. As the same with highest growth relative was found in the floating raft method amounted to 1.569 g and weight accretion of highest on the method of long line of 122.39 gr.

Key words : Seaweed Farming Method, Eucheuma cottonii


ABSTRAK
Penelitian mengenai Studi Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cotonii) dengan berbagai Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode budidaya rakit apung (floating raft method), rawai panjang (long line method), dan lepas dasar (off-bottom method) terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii melalui pengukuran : laju pertumbuhan; pertumbuhan nisbi/relatif, dan pertambahan berat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik dengan uji beda lebih dari dua kelompok (One Way Anova) dan apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut dengan uji LSD pada taraf α = 5%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa metode budidaya rakit apung lebih efektif dibanding dengan metode budidaya lainnya. Laju pertumbuhan tertinggi Eucheuma cottonii didapatkan pada metode rakit apung sebesar 48,40 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rakit apung sebesar 1,569 gr dan pertambahan berat tertinggi didapatkan pada metode long line sebesar 122,39 gr.

Kata kunci : Metode Budidaya Rumput Laut, Eucheuma cottonii

free full text

Laju Penempelan Teritip pada Media dan Habitat yang Berbeda di Perairan Kalianda Lampung Selatan

M. Awaluddin Fajri, Heron Surbakti dan Wike Ayu Eka Putri
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
        Barnacle is one of destructive organism of onshore buildings made from wood. Research of “attached rate of barnacle with different media and habitat in kalianda waters,South Lampung” was held at April until May 2010. The aim of this research are to know the attached rate of barnacle at timber, iron and cement, and to know the influence of habitat against the attachment rate of barnacle with different media. Data were analyzed using ANOVA to test the average of 2 or more samples that differ significantly or not. The results showed that the most media who attached barnacles are timber with average attached rate of 230 barnacles/2 months and the most habitat overgrown with barnacles are habitat of seaweed with average attached rate of 656 barnacles/2 months.
 
Keywords : Barnacle, media, habitat, Kalianda Waters

ABSTRAK
          Teritip merupakan salah satu penyebab kerusakan pada bangunan pantai, terutama yang terbuat dari kayu. Penelitian mengenai Laju Penempelan Teritip Pada Media dan Habitat yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju penempelan teritip pada media kayu, besi dan semen, serta mengetahui pengaruh jenis habitat terhadap laju penempelan teritip pada media yang berbeda-beda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk menguji rata-rata dua sampel atau lebih yang berbeda secara signifikan atau tidak. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa media yang paling banyak ditempeli teritip adalah media kayu dengan rata-rata laju penempelan sebanyak 230 teritip/2 bulan dan habitat yang paling banyak ditumbuhi oleh teritip adalah habitat rumput laut dengan laju penempelan sebanyak 656 teritip/2 bulan.

Kata kunci : Teritip, Media, Habitat, Perairan Kalianda

Analisis Tangkapan Lestari dan Pola Musim Penangkapan Cumi-Cumi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat-Bangka

Dwi Rosalina, Wahyu Adi, Dini Martasari
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPPB, Universitas Bangka Belitung

ABSTRAK
Cumi-cumi merupakan hasil tangkapan tertinggi dari sumberdaya hayati non-ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat. Selain itu cumi-cumi juga memiliki nilai ekonomis penting di Pulau Bangka, salah satunya dibuat makanan khas Bangka. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah menganalisis tangkapan lestari atau maximum sustainable yield (MSY), data dianalisis menggunakan metode surplus produksi model Schaefer. Tujuan yang kedua adalah menentukan pola musim penangkapan yang dianalisis menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nilai parameter pendugaan yaitu cumi-cumi dengan nilai intercept (a) = 36,388 dan slope (b) = -0,00159 sehingga membentuk persamaan linier CPUE = 36,388 – 0,00159 f. Hubungan persamaan ini dapat diartikan bahwa bila dilakukan upaya penangkapan sebesar f satuan per tahun maka akan mengurangi nilai produktivitas (CPUE) cumi-cumi sebesar 0,00159 kg/tahun. Setelah mengetahui nilai intercept dan slope, diperoleh pendugaan nilai potensi lestari (MSY) cumi-cumi di daerah penangkapan (perairan Bangka) adalah sebesar 207.635 kg/tahun, dan pendugaan nilai upaya lestari (fMSY) adalah sebesar 11.412 trip/tahun. Berdasarkan nilai MSY dan upaya optimum tersebut, penangkapan cumi-cumi dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) belum mencapai overfishing. Puncak musim penangkapan cumi-cumi terjadi di bulan November dengan nilai IMP sebesar 146,21% kemudian berturut-turut Mei (134,21%), April (119,11%), Oktober (115,83%), dan Juni (114,38%).

Kata kunci : Cumi-cumi, MSY, Musim penangkapan.


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Jumat, 03 Februari 2012

Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Batang Ogan Komering Ilir Sumatera selatan

Rafki Ernanto, Fitri Agustriani dan RirisAryawati
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia


ABSTRACTS
 River Estuary is a mixing place of two mass of water such as the freshwater mass and seawater which is influenced by the physical characteristics of water such as seasons, tide, current, temperature, and salinity. Estuary area is one of the area for the mangrove ecosystem where mangrove ecosystem are habitat from kind of benthic organism, one of the kind is gastropods. Gastropod density on mangrove ecosystem was influenced by the activity which was found in mangrove ecosystem, where, it could be giving an effect of gastropod living cause gastropod tend to live staying with limited moving.  The aim of this research was to know mangrove density, community gastropods structure and relation between biota(gastropods) and their habitat (mangrove) in river estuary Batang Village which was conducted on October 2009, using method to determine monitoring station was purposive random sampling technique in order to represent research area and to take data by using square transect method.
Based on the result of research, the total of gastropod which were achieved on mangrove ecosystem of river estuary Batang Village 10 species from 7 families. The most species were Syncera brevicula. Density of gastropod at research location gyrate from 32-78 individual/m².The high density of gastropoda were getting in stasiun 1 with the total 78 ind/m², where as the low density of gastropoda were getting in stasiun 3 with the total 32 ind/m². Diversity index were range between 1,21-1,50, uniformity ondex in the research location were range between 0,55-0,81 and Domination index were range between 0,29-0,43 which have meaning that there was no domination spesies in the research location. To mangrove vegetatiom in research location of   river estuary Batang Village, generally it were founded 6 species from 3 families where the family Rhizoporaceae were mangrove family which dominated the research location.

Keywords : Batang River, Estuary, Gastopod and Mangrove


ABSTRAK
Muara sungai adalah tempat bercampurnya dua massa air yaitu massa air tawar dan air laut yang masih dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik perairan seperti musim, pasang surut, arus, suhu, dan salinitas. Daerah muara adalah salah satu habitat dari berbagai macam organisme hewan bentik, salah satunya adalah gastropoda. Kepadatan gastropoda pada ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh kegiatan yang terdapat pada ekosistem mangrove dimana hal ini akan memberikan efek terhadap kelangsungan hidup gastropoda karena gastropoda hidup cenderung menetap dengan pergerakan yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan mangrove, struktur komunitas gastropoda dan hubungan antara biota (gastropoda) dengan habitatnya (mangrove) di muara Desa Sungai Batang yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 dengan metode yang digunakan untuk penentuan stasiun pengamatan yakni teknik purposive random sampling sehinggga dapat mewakili daerah penelitian dan untuk pengambilan data menggunakan metode transek kuadrat.
Berdasarkan hasil penelitian jumlah gastropoda yang ditemukan pada ekosistem mangrove di muara Sungai Batang sebanyak 10 spesies dari 7 famili. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Syncera brevicula. Kepadatan gastropoda pada lokasi penelitian berkisar dari 32-78 individu/m². Kepadatan gastropoda tertinggi terdapat pada stasiun 1 yaitu 78 individu/m², sedangkan yang memiliki kepadatan terendah terletak pada stasiun 3 yaitu 32 individu/m². Indeks keanekaragaman berkisar antara 1,21-1,50, indeks keseragaman pada lokasi penelitian berkisar antara 0,55-0,81 dan indeks dominansi spesies berkisar antara 0,29-0,43 yang berarti tidak ada spesies yang mendominasi pada stasiun penelitian. Untuk vegetasi mangrove di daerah penelitian di muara desa Sungai Batang, secara umum ditemukan 6 spesies dari 3 famili dimana famili Rhizoporaceae merupakan famili mangrove yang mendominasi pada lokasi penelitian.

Kata kunci: Estuaria, Gastropoda, Mangrove, Sungai Batang.

PDF (download free full text)