Jurnal Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Sriwijaya, ISSN: 2087-0558

Tampilkan postingan dengan label Kimia Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Laut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Analisis Kualitas Perairan Muara Sungai Way Belau Bandar Lampung


Nidia Nova Riena, Wike Ayu Eka Putri, Fitri Agustriani
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya-Indonesia


ABSTRACT
Estuary Way Belau is a residential area with high population. Utilization of Way Belau River diverse enough so that water river estuary Way Belau has decreased the quality of the water environment as reflected in the black color tends to muddy the water and the high sedimentation rate. The purpose of this research was to determine the water quality (water and sediment) in terms of physical and chemical parameters Estuary Way Belau Bandar Lampung. The research in the Estuary Way Belau of Bandar Lampung had been held in June 2010 to August 2010. The results showed that the measurement of physical and chemical conditions generally still in quality standard (Kepmen No. 51/MENLH/2004) and marine water quality management and pollution control (PP No. 82 Tahun 2001). Characteristics of the fraction of sediment in the estuary Way Belau fraction is dominated by sand with organic matter content of the total average in research stations ranged from 0.68 to 5.41%, the average nitrate content ranged from 2.4 to 14.4 ppm and the sediment pH ranged from 6.58 to 7.47.
                               
Key words : estuary Way Belau,  sediment, water quality


ABSTRAK
Muara Sungai Way Belau adalah daerah pemukiman dengan jumlah penduduk yang tinggi. Pemanfaatan sungai Way Belau cukup beragam sehingga perairan muara Sungai Way Belau mengalami penurunan kualitas lingkungan perairan yang tergambar dari warna perairan keruh cenderung hitam serta tingkat sedimentasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas perairan (air dan sedimen) ditinjau dari parameter fisika dan kimia muara Sungai Way Belau Bandar Lampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2010 di perairan muara Sungai Way Belau Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukan Pengukuran kondisi fisika dan kimia secara umum masih memenuhi standar baku mutu untuk biota laut (Kepmen No. 51/MENLH/2004) dan standar pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran (PP No. 82 Tahun 2001). Karakteristik fraksi sedimen di muara Sungai Way Belau didominasi oleh fraksi pasir dengan kandungan bahan organik total rata-rata pada stasiun penelitian berkisar 0,68 - 5,41 %, kandungan nitrat rata-rata berkisar antara 2,4 - 14,4 ppm dan pH sedimen berkisar antara 6,58 - 7,47.

Kata Kunci : kualitas air, muara sungai Way Belau, sedimen

free full text

Sabtu, 04 Februari 2012

Bioakumulasi Logam Cd, Cu, Pb Dan Zn Pada Beberapa Bagian Tubuh Ikan Gulama (Sciaena russelli) dari Perairan Dumai, Riau

Irvina Nurrachmi, Bintal Amin dan M. Nudi Habibi
Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia



ABSTRACT
     Determination of heavy metal concentrations (Cd, Cu, Pb and Zn) in different parts (muscle, bone, scale, intestine, gills and fin) of a croacker fish (S. russelli) collected from Dumai coastal waters were carried out during May to July 2009. The concentration of each metal was determined by AtomicAbsorption Spectrophotometer Perkin Elmer 3110 in the Marine Chemistry Laboratory, Marine Science Department University of Riau Pekanbaru. The results showed that Zn was found to be the highest concentrations in most of the fish body parts analyzed followed by Pb, Cu and Cd in both samples from the western and eastern regions of Dumai coastal waters. In general, the concentrations of all metals analyzed in the present study were higher in fish collected from the eastern region of Dumai coastal waters where more anthropogenic activities such as industries and human habitations along the coastal area were found. The concentration of heavy metals observed were Cd: 0.098 – 0.103, 0.189 – 0.283, 0.099 – 0.289, 0.107 – 0.302, 0.182 – 0.377 and 0.118 – 0.397; Cu: 0.130 – 0.198, 0.189 – 0.341, 0.082 – 0.073, 0.132 – 0.285, 0.520 – 0.746 and 0.175 – 0.337; Pb: 3.979 – 4.109, 4.144 – 4.601, 0.970 – 2.527, 2.853 – 4.367, 5.053 – 7.074 and 4.637 – 6.262 and Zn: 5.713 – 5.755, 7.956 – 8.558, 4.649 – 6.232, 5.730 – 7.745, 8.988 – 11.115 and 8.777 – 10.686 µg/g for muscle, bone, scale, intestine, gills and fins respectively. Concentrations of heavy metals in each body part of the fish were as follow: fin > gills > intestine > scale > bone > muscle for Cd; gills > bone > fin > intestine > muscle > scale for Cu; gills > Fin > bone > intestine > muscle > scale for Pb and gills > fin > bone > intestine > scale > muscle for Zn. The concentrations of heavy metals in muscle were lower than other analyszed organs in the present study and this was considered to be an advantageous from the human health points of view as because muscle constitute the greatest mass of the fish that is consumed.

Key word: Bioaccumulation, Heavy metal, Riau, Sciaena russelli


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Indek Saprobik Komunitas dalam menentukan Tingkat Pencemaran di Perairan Laut antara Muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

Effendi Parlindungan Sagala
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
Indeks saprobik komunitas plankton dianalisis berdasarkan hasil pengamatan komposisi dan kelimpahan jenis-jenis plankton telah dilakukan terhadap contoh air yang diambil dari perairan laut antara muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Desember, 2002. Dari pengamatan tersebut diperoleh 39 spesies plankton yang termasuk dalam 28 spesies fitoplankton dan 11 spesies zooplankton. Secara keseluruhan termasuk ke dalam 10 kategori taksonomi (Cyanophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae, Bacillariophyceae, Flagellata, Rhizopoda, Copepoda, Decapoda, Pelecypoda dan Pisces). Kelimpahan komunitas plankton berkisar dari 25 individu/liter (laut antara S. Benu dan Pulau Betet) hingga 127 individu/liter (Laut di Pulau Betet). Tujuan dari perhitungan indeks saprobik komunitas plankton berguna untuk menentukan tingkat pencemaran ekosistem perairan. Dari perhitungan hasil studi yang dilakukan ternyata, indeks saprobik komunitas plankton untuk ke 5 stasiun penelitian yang ditentukan berkisar paling rendah +1,09 hingga tertinggi sebesar +1,60, yang bermakna bahwa derajad atau tingkat pencemaran yang terjadi di wilayah studi ringan hingga sangat ringan dengan sedikit senyawa organik dan anorganik yang berlangsung pada fase mesosaprobik/oligosaprobik hingga oligo/mesosaprobik. Indeks saprobik paling rendah sebesar 1,09 terdapat pada perairan laut Muara S. Benu dan antara S. Benu dan P. Betet. Sementara indeks saprobik sedang terdapat pada laut ujung Muara P. Betet dan Muara P. Betet di Tj. Pring dengan masing-masing sebesar 1,28 dan 1,37. Meskipun demikian indeks saprobik pada ke empat lokasi (Muara S. Benu dan antara S. Benu dan P. Betet serta Muara P. Betet dan Muara P. Betet di Tj. Pring) tersebut adalah berada tingkat pencemaran ringan dengan beban pencemaran sedikit senyawa organik dan anorganik serta berlangsung pada fase meso/oligosaprobik. Indeks saprobik tertinggi dan paling baik dalam penelitian ini serta terdapat pada stasiun atau lokasi penelitian laut P. Betet, yakni sebesar 1,60 yang bermakna tingkat pencemaran tergolong sangat ringan dengan sedikit senyawa organik dan anorganik yang berlangsung pada fase oligo/mesosaprobik. 
 




Kata kunci: Indeks Saprobik, Komunitas Plankton, Pencemaran.


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Pengaruh Minyak Mentah Terhadap Mortalitas Dan Morfologi Insang Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskäl)

Erwin Nofyan, EP Sagala dan Vivit Saryani
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
         Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2008 sampai Januari 2009 di Laboratorium Fisiologi Hewan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Tujuan penelitian ini untuk mengtahui mortalitas dan morfologi insang ikan bandeng (Chanos chanos) akibat adanya minyak mentah. Jumlah hewan uji yang digunakan 240 ekor ikan, terdiri dari 6 kelompok perlakuan, setiap perlakuan 4 ulangan, perlakuannya 0 ppm; 158 ppm; 294,64 ppm; 394,43 ppm ; 623,20 ppm; 984,66 ppm minyak mentah. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50-96 jamr diperoleh pada konsentrasi 408,32 ppm. Persentase mortalitas meningkat seiring peningkatan konsentrasi minyak mentah dan waktu pendedahan. Sedangkan konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap mortalitas ikan bandeng yaitu 623,20 dan 984,66 ppm.

Kata kunci : ikan bandeng, mortalitas, insang dan minyak mentah


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)





Kandungan Logam Berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan Terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan dan sekitarnya, Provinsi Sumater Utara

Lidya Grace, T. Zia Ulqodry, dan Wike Ayu Eka Putri
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
        Penelitian kandungan logam berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan ini dilakukan pada bulan September sampai dengan Oktober 2009 pada saat pasang dan surut. Analisis dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan di Laboratorium Balai Riset dan standardisasi Industri Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Hasil kandungan logam berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi saat pasang berkisar antara < 0,02 – 0,05 mg/l dan saat surut berkisar antara 0,02 – 0,07 mg/l. Kandungan logam berat Pb terlarut saat pasang berkisar antara 0,235 – 0,676 mg/l dan saat surut berkisar antara 0,287 – 0,748 mg/l. Kandungan logam berat Pb di Perairan Pelabuhan Belawan sudah melewati batas baku mutu menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 yaitu 0,05 mg/l yang berarti bahwa Perairan Pelabuhan Belawan sudah tercemar dan tidak layak dipergunakan untuk air baku air minum maupun untuk kegiatan pembudidayaan ikan.

Kata Kunci : Kandungan logam berat Pb, Muatan Padatan Tersuspensi, Perairan Pelabuhan Belawan


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Jumat, 03 Februari 2012

Faktor Konsentrasi Pb, Cd, Cu, Ni, Zn dalam Sedimen Perairan Pesisir Kota Dumai

Yusni Ikhwan Siregar dan Jhon Edward
Program Studi Ilmu Kelautan FPIK Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

ABSTRAK
           Ancaman pencemaran antropologis terhadap ekosistem pesisir dan laut Kota Dumai semakin meningkat sejalan dengan percepatan pembangunan industri berbagai sektor. Ekosistem perairan sebagai alamat akhir pencemaran daratan akan menanggung beban pasokan cemaran logam berat. Telah dilakukan penelitian konsentrasi logam berat pada badan air, sedimen dan ikan. Penelitian bertujuan menemukenali perjalanan pencemar logam berat pada komponen ekosistem dan mengevaluasi status keamanan ikan sebagai konsumsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar telah mengakumulasi Pb, Cd, Cu, Ni dan Zn yang ditunjukkan dengan Faktor Konsentrasi (pelipatgandaan), berturut turut 25-27, 13-18, 9-38, 74-93 dan 34-162 kali lipat dari logam berat badan air. Pada daging ikan Gulama (Pseudociena amoyensis) terdeteksi Pb, Cd, Cu dan Zn, berturut turut 4,07-5,52; 0,09-0,19; 0,13-0,29 dan 5,64-7,56 μg/g. Nilai ini masih dibawah batas aman konsumsi ikan bila merujuk standar Dirjen POM.

Kata kunci: Factor Konsentrasi, logam berat, Ikan, sedimen


PDF (download free full text)

Pencemaran Bahan Organik di Muara Sungai Batang Arau Padang Sumatera Barat

Wike Ayu Eka Putri
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

ABSTRAK
         Batang Arau Sungai dan Muara Padang memiliki banyak aktivitas manusia seperti pertanian, penduduk, rumah sakit dan pelabuhan. Pada akhirnya, kondisi ini akan mengganggu siklus hidup biota dan estetika lingkungan. Bahkan, pemerintah Kota Padang telah direncanakan Muara Padang sebagai pusat pariwisata di Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari informasi tentang polutan organik di Muara Padang.
        Kualitas air parameter analisis (COD) menunjukkan bahwa Batang Arau Rives (Stasiun 1 dan 2) sudah tercemar oleh polutan organik karena tidak sesuai dengan standar mutu perairan (Berdasarkan Kepmen No 51/MENLH/2004 dan PP RI No 82 2001) . Kualitas air di daerah muara dan laut (Stasiun 3,4,5,6 dan 7) masih baik dan didukung organisme hidup di daerah ini.

Kata kunci: Rives Batang Arau, Muara, Polutan Organik, Padang dan Kualitas Air

PDF (download free full text)

Pengaruh Logam Timbal (pb) Terhadap Jaringan Hati Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis)

Ade Elha Triadayani, Riris Aryawati, dan Gusti Diansyah
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya Indonesia

ABSTRAK
        Penelitian ini dilakukan pada Juni sampai Juli 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hati ikan kerapu bebek akibat adanya logam timbal (Pb). Jumlah hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 ekor dimana terdapat 5 ekor untuk setiap perlakuan. Terdapat 4 perlakuan dengan konsentrasi 0 ppm (kontrol), 0,05 ppm, 0,1 ppm dan 0,15 ppm. Gambaran jaringan hati ikan diperoleh dengan melakukan pembuatan preparat histologi, menggunakan metode parafin dan pewarnaan haematoksilin dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan efek toksik timbal terhadap ikan kerapu bebek, yaitu dengan adanya kerusakan pada sel hati berupa degenerasi melemak, degenerasi hidrofik, hemoragi, kongesti dan nekrosis hepatitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam timbal (Pb) berpengaruh terhadap struktur jaringan hati ikan kerapu bebek yaitu dapat menyebabkan kerusakan pada tingkat ringan sampai berat.

Kata kunci : Hati, Histologi, Ikan Kerapu Bebek, Logam Timbal

PDF (download free full text)