Jurnal Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Sriwijaya, ISSN: 2087-0558

Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Penapisan Aktivitas Antibakteri dari Bakteri yang Berasosiasi dengan Karang Lunak Sarcophyton sp


Chairul Huda, Salni, Melki dan Rozirwan
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
A screening of antibacterial activity from bacteria associating with soft coral Sarcophyton sp from Tegal island, Lampung, was conducted. The purpose of this screening was to get bacterial isolates that have antibacterial activity with Escherichia coli and Stapiloccocus aureus and also to determine the biochemical characters from the bacteria that have the antibacterial activity. The sample of soft coral was taken by snorkeling at 1,5 meters depth. The bacteria that associated with soft coral were isolated by dilution and pour plate method on NA media. The test of antibacterial activity was done by using agar diffusion  method with paper discs. Isolates that have antibacterial activity were tested to check their biochemical characters. From 10 bacteria isolates that have associated with soft coral Sarcophyton sp were obtained, there were two isolates had antibacterial activity (D1.1 to E. coli and D2.2 to S. Aureus).  Both bacteria isolates were  gram negative and motil. In catalyst test, oxidation, urea, citrate, and carbohydrate fermentation both bacteria isolates showed positive reaction. With VP test, D1.1 isolate showed positive  reaction but D2.2 showed negative reaction. In contarary, with gelatin isolate test, isolate D1.1 showed negative reaction but D2.2 positive.

Keywords: Bacteria associations, soft corals, Sarcophyton sp, antibacterial,  biochemical tests


ABSTRAK
Telah dilakukan penapisan aktivitas antibakteri dari bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak Sarcophyton sp dari perairan Pulau Tegal, Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus serta mengetahui sifat biokimia dari bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri tersebut. Pengambilan sampel karang lunak dilakukan dengan teknik snorkeling pada kedalaman 1,5 meter. Bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak diisolasi dengan metode pengenceran bertingkat dan pour plate pada media NA. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan paper disk. Isolat yang memiliki aktivitas antibakteri diuji sifat biokimianya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 10 isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak Sarcophyton sp, dan dari 10 isolat tersebut didapat 2 isolat yang memiliki aktivitas antibakteri (D1.1 terhadap E. coli dan D2.2 terhadap S. aureus). Kedua isolat bakteri ini merupakan bakteri gram negatif dan motil. Pada uji katalase, oksidase, urea, sitrat dan fermentasi karbohidrat, kedua isolat bakteri baik D1.1 maupun D2.2 sama-sama menunjukan reaksi yang positif. Uji MR kedua isolat sama-sama menunjukan reaksi negatif. Sedangkan pada uji VP isolat bakteri D1.1 menunjukkan reaksi positif dan D2.2 negatif. Sebaliknya, pada uji gelatin isolat D1.1 menunjukkan reaksi negatif dan D2.2 positif.

Kata Kunci: Bakteri asosiasi, karang lunak, Sarcophyton sp, antibakteri, uji  biokimia

free full text

Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung


Defin Ari Pastra, Melki, Heron Surbakti dan Rozirwan
Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, UNSRI, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial.
Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic.
This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase

Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge


ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut
        Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli  dan bakteri Staphylococcusa aureus.  Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya.
        Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23  dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase

Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons

free full text

Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Gracilaria sp


Erwin F. Silalahi, Melki, Heron Surbakti
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
One of the biological resources that have important economic value is seaweed. During this seaweed is only used as a source of food, medicines and cosmetics. The many types of seaweed that untapped potential as an alternative to bioenergy-producing raw materials. Increasing energy demand, caused by population growth and depletion of oil reserves as well as emissions from fuel problems put pressure on people to produce and use renewable energy is an alternative biogas from seaweeds. The purpose of this study was to determine the gas pressure and to know the characterization of bacteria methane-producing bacteria of seaweed species Gracilaria sp. This research is a laboratory scale research. The research was conducted in July 2010 to March 2011. The sampling was taken around the waters Kalianda, South Lampung. Making biogas process is conducted at the Laboratory of Marine Science. Characterization of bacteria is conducted at the Central Health Laboratory Palembang. Biogas manufacturing done by collecting seaweed and coastal sediments asseedsman intake that is the source of microorganisms that later would form the metan gas in the process of anaerobic fermentation of seaweed, the completion of the stater and the digester and manufacturing fields, biogas pressure observations carried out by using the manometer. Characterization of bacteria consists of three stages namely the characterization of morphology, macroscopic and physiological observations. Based on research results obtained gas pressure type of seaweed Gracilaria sp produced 14.88 Psi. Morphological characteristics of bacterial cells is a group of gram negative.

Key words: Bacteria, Methane, Seaweed Gracilaria sp.



ABSTRAK
alah satu sumberdaya hayati yang mempunyai nilai ekonomis penting adalah rumput laut. Selama ini rumput laut hanya dimanfaatkan sebagai sumber makanan, obat-obatan dan kosmetik. Peningkatan permintaan energi, yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak serta permasalahan emisi dari bahan bakar memberikan tekanan kepada masyarakat untuk memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan yaitu biogas alternatif dari rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan gas serta mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas metan rumput laut jenis Gracilaria sp. Penelitian ini merupakan penelitian skala laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli 2010 sampai dengan Maret 2011. Pengambilan sampel diambil di sekitar perairan Kalianda, Lampung Selatan. Proses Pembuatan biogas dilakukan di Laboratorium Dasar Ilmu Kelautan. Karakterisasi Bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pembuatan biogas dilakukan dengan cara pengumpulan rumput laut dan pengambilan sedimen pantai sebagai penyemai yaitu sumber mikroorganisme yang nantinya akan membentuk gas metan dalam proses fermentasi anaerob rumput laut, kemudian penyiapan digester serta pembuatan starter dan isian, pengamatan tekanan biogas dilakuakan dengan menggunakan manometer. Karakterisasi bakteri terdiri dari tiga tahap yaitu karakterisasi morfologi, makroskopis dan pengamatan fisiologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tekanan gas jenis rumput laut Gracilaria sp  dihasilkan 14,88 Psi. Karakteristik morfologi sel bakteri merupakan kelompok dari gram negatif.

Kata Kunci : Bakteri, Gas Metana, Rumput laut Gracilaria sp.

free full text

Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii


M.Indra Fatoni, Melki, Fitri Agustriani
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Srwijaya, Indralaya, indonesia


ABSTRACT
This study aims to determine the pressure of methane gas produced by the seaweed Eucheuma cottonii and characterization of methane-producing bacteria learn in the process of making biogas from Eucheuma cottonii seaweed species. Laboratory scale research conducted in July-August 2010. The material used is seaweed Eucheuma cottonii 5 kg and 10 kg of sediment taken from the coastal waters Kalianda, Lampung province. Making biogas and methane gas pressure calculations performed at the Laboratory of Marine Biology Department of Marine Science Sriwijaya University and characterization of bacteria carried in the Great Hall of the Public Health Laboratory Palembang. Measurement of methane gas pressure using a manometer and characterization of bacteria through the three stages of colony morphology, cell morphology and physiology with test observations of biochemical reactions. The results showed that the seaweed Eucheuma cottonii can produce methane gas with a maximum pressure of 14.90 psi on day 24. From the results obtained by characterization of the bacteria bacillus-shaped bacteria that are gram-negative group. In tests of biochemical reactions that function to see the metabolic activity of bacteria showed positive results in the motility test, glucose, maltose, indole, TSIA (H2S), red methil, citrat simmon’s, lysine decar and shown negative results in tests of lactose, mannitol, sucrose, urea, voges proskauers and ornithine decar.
Key words : seaweed, Eucheuma cottonii, methane, bacteria,  characterization of bacteria.


ABSTRAK
                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan gas metana yang dihasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas metana dalam proses pembuatan biogas dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Penelitian skala laboratorium ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010. Bahan yang digunakan adalah rumput laut Eucheuma cottonii 5 kg dan sedimen pantai 10 kg yang diambil dari perairan Kalianda, provinsi Lampung. Pembuatan biogas dan perhitungan tekanan gas metana dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya serta karakterisasi bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pengukuran tekanan gas metana dengan menggunakan alat manometer dan karakterisasi bakteri melalui 3 tahap yaitu morfologi koloni, morfologi sel dan pengamatan fisiologi dengan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut Eucheuma cottonii dapat menghasilkan gas metana dengan tekanan maksimal 14,90 psi pada hari ke 24. Dari hasil karakterisasi bakteri didapatkan bakteri berbentuk basil yang merupakan kelompok dari gram negatif. Pada uji reaksi biokimia yang berfungsi untuk melihat aktivitas metabolisme bakteri menunjukkan hasil positif pada uji motilitas, glukosa, maltosa, indol, TSIA (H2S), methil red, simmon’s citrat, lysine decar dan hasil negatif ditunjukkan pada uji laktosa, manitol, sukrosa, urea, voges proskauers serta ornithine decar.     

Kata kunci : Rumput laut, Eucheuma cottonii, gas metana, bakteri,  karakterisasi bakteri

Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Minuman Kombucha dari Rumput Laut Sargasssum sp


Ayu Pratiwi, Elfita, Riris Aryawati
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of time on the physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material. The method that used in this research is explorative and descriptive methods. The treatment in this study is the fermentation time, there are 4 days, 8 days, 12 days and 16 days against physical and chemical properties of the Sargassum sp Kombucha. The results from the research show that fermentation time give the effect on physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material.

Key words: kombucha, Sargassum sp., fermentation


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh waktu terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan deskriptif. Perlakuan dalam penelitian ini adalah lama fermentasi yaitu fermentasi 4 hari, 8 hari, 12 hari dan 16 hari terhadap sifat fisik dan kimia pada kombucha Sargassum sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu berpengaruh terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp.

Kata kunci: kombucha, Sargassum sp., fermentasi
 

Sabtu, 04 Februari 2012

Pembuatan Biogas dari Rumput Laut Jenis Caulerpa racemosa dan Sargassum duplicatum sebagai Bahan Energi Alternatif

Andrian Saputra, Wike Ayu Eka Putri, Riris Aryawati
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
          Rumput laut memiliki nilai ekonomis yang sangat penting bagi manusia. Beberapa tahun yang lalu, rumput laut hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan manusia. Mengingat masih banyaknya jenis rumput laut tidak popular yang belum banyak dimanfaatkan dan sering dengan kemajuan sains dan teknologi, pemanfaatan rumput laut telah meluas di berbagai bidang, termasuk salah satunya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan energi alternatif yaitu biogas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa untuk pembuatan biogas sebagai sumber energi alternatif baru serta mengetahui tekanan gas yang terdapat dalam rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa sebagai sumber energi alternatif baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2010. Pengambilan sampel dilakukan di sekitar perairan Balai Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Proses Pembuatan biogas itu sendiri dilakukan di Laboratorium Dasar Ilmu Kelautan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Pembuatan biogas ini dilakukan dengan cara pengumpulan rumput laut dan pengambilan sedimen pantai sebagai penyemai, penyiapan digester serta pembuatan starter dan isian. Dilakukan pengamatan tekanan biogas dengan menggunakan manometer U selama tiga bulan. Analisa data tekanan biogas dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan tekanan puncak untuk jenis rumput laut Sargassum duplicatum adalah 15,47 psi, 16,05 psi dan 16,43 sedangkan untuk jenis Caulerpa racemosa di dapatkan tekanan puncak 15,42 psi, 15,88 psi dan 16,43 psi.

Kata kunci : Rumput laut, Biogas, Sargassum Duplicatum, Caulerpa racemosa, Tekanan Biogas

Biopotensi Tumbuhan Mangrove untuk Pencegahan Penyakit Vibrosis pada Udang Windu

Melkia), Dedi Soedharmab), Hefni Effendic), A. Zaenal Mustopad)

a Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan 30662, Indonesia
b Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia
c Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia
d Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Bogor 16911, Indonesia

 

ABSTRAK
      Ekstrak tiga jenis tumbuhan mangrove (daun, buah, batang dan akar) meliputi tumbuhan mangrove Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba yang diambil dari Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung dimana telah diekstraksi dengan pelarut methanol, ethyl acetate dan n-hexane serta telah diuji sebagai antibakteri pada bakteri Vibrio harveyi yaitu patogen udang windu dan uji toksisitas BSLT. Hasil uji antibakteri dari semua bagian tumbuhan mangrove didapatkan bahwa daun dan batang S. alba dengan pelarut metanol lebih potensi yaitu dengan zona hambat yang terbentuk 24±3,78 mm dan 23±3,78 mm. Hasil uji BSLT didapatkan untuk daun S. alba dengan pelarut metanol bersifat toksik sedangkan batang S. alba dengan pelarut metanol bersifat tidak toksik terhadap artemia. Selanjutnya bagian tumbuhan mangrove dianalisa komponen kimianya dengan menggunakan kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor PDA. Hasil identifikasi dengan menggunakan kromatografi kolom dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik, identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik dan identifikasi dengan kromatografi cair kinerja tinggi pada panjang gelombang 200-400 nm menghasilkan bahwa ekstrak tumbuhan mangrove yang berperan sebagai antibakteri dan untuk selanjutnya ekstrak tumbuhan mangrove ini dapat dikembangkan sebagai antibakteri dan biofarmatika.

Kata kunci: ekstrak mangrove, antibakteri, BSLT, kromatografi kolom , kromatografi lapis tipis, dan kromatografi cair kinerja tinggi


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Potensi Ekstrak Rumput Laut Halimeda renchii dan Euchema cottonii Sebagai Antibakteri Vibrio sp

Rahmad Purnama, Melki, Wike Ayu Eka Puteri, Rozirwan
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya Indonesia

ABSTRAK
Rumput laut Halimeda renchii dan Euchema cottonii merupakan salah satu bahan alami yang tidak menimbulkan resistansi untuk mengatasi vibriosis karena memiliki metabolit sekunder yang dapat membunuh bakteri. Tujuan penelitian ini adalah Melakukan ekstraksi Halimeda renchii dan Eucheuma cottonii yang diduga mempunyai senyawa bioaktif sebagai antibakteri, Menentukan zona hambat pertumbuhan bakteri Vibrio sp dari ekstrak Halimeda renchii dan Eucheuma cottonii, Membandingkan zona hambat yang paling baik antara Halimeda renchii dan Eucheuma cottonii untuk menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio sp, Menentukan konsentrasi hambatan minimum (KHM) ekstrak Halimeda renchii dan Eucheuma cottonii terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2010. Pembuatan ekstrak rumput laut dengan menggunakan metode maserasi sedangkan pengujian aktifitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak Halimeda renchii yang diujikan terhadap Vibrio parahaemolitycus, Vibrio Alginolyticus, dan Vibrio charcariae memiliki zona hambat tertinggi terhadap Vibrio parahaemolyticus sebesar 16,7 mm. Ekstrak Euchema cottonii yang diujikan terhadap Vibrio parahaemolitycus, Vibrio Alginolyticus, dan Vibrio charcariae memiliki zona hambat tertinggi terhadap Vibrio parahaemolyticus yaitu sebesar 24,1 mm. Diantara kedua ekstrak yang diujikan ekstrak yang memiliki aktivitas zona hambat paling baik adalah ekstrak Euchema cottonii. Konsentrasi hambat minimum ekstrak Halimeda renchii terhadap ketiga jenis bakteri Vibrio sp adalah pada konsentrasi 0,05%. Konsentrasi hambat minimum ekstrak Euchema cottonii terhadap bakteri Vibrio alginolyticus dan Vibrio parahaemolyticus adalah pada konsentrasi 0,05% sedangkan ekstrak Euchema cottonii terhadap Vibrio charcariae adalah pada konsentrasi 1%.

Kata kunci : Antibakteri, Halimeda renchii, Euchema cottonii, Vibrio sp, Konsentrasi hambat minimum.

PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Jumat, 03 Februari 2012

Studi Ketoksikan Dinoflagelata Spesies Prorocentrum minimum (Dinophyceae) Schiller (Pavillard)

Rozirwan a dan Gires Usup b
a Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia
b Program Sains Laut FST Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Malaysia

ABSTRAK
           Kajian dilakukan untuk menentukan ketoksikan dinoflagelata spesies Prorocentrum minimum yang menyebabkan kejadian pasang merah besar-besaran di perairan Pantai Lido, Johor Bahru pada Juli tahun 2002. Kultur klon telah dibuat dalam medium ES-DK pada suhu 26o C dan siklus pencahayaan 14:10 jam terang gelap. Ketoksikan spesies diuji dengan penyuntikan ekstrak kultur secara intra peritoneal (i.p.) terhadap tikus. Hasil pengamatan menunjukan ekstrak sel yang dikultur memberikan pengaruh racun kepada tikus. Gejala utama adalah kejang otot dan menceret/diare. Walau bagaimanapun tidak didapati tikus yang mati setelah dilakukan pengamatan selama 13 jam. Ekstrak toksin spesies ini juga menunjukkan pengaruh hemolitik terhadap eritrosit kelinci.

Kata kunci: Dinoflagellata, HAB, Prorocentrum minimum, Red Tide dan Toxicity

PDF (download free full text)