Jurnal Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Sriwijaya, ISSN: 2087-0558

Sabtu, 04 Februari 2012

Indek Saprobik Komunitas dalam menentukan Tingkat Pencemaran di Perairan Laut antara Muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

Effendi Parlindungan Sagala
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia


ABSTRAK
Indeks saprobik komunitas plankton dianalisis berdasarkan hasil pengamatan komposisi dan kelimpahan jenis-jenis plankton telah dilakukan terhadap contoh air yang diambil dari perairan laut antara muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Desember, 2002. Dari pengamatan tersebut diperoleh 39 spesies plankton yang termasuk dalam 28 spesies fitoplankton dan 11 spesies zooplankton. Secara keseluruhan termasuk ke dalam 10 kategori taksonomi (Cyanophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae, Bacillariophyceae, Flagellata, Rhizopoda, Copepoda, Decapoda, Pelecypoda dan Pisces). Kelimpahan komunitas plankton berkisar dari 25 individu/liter (laut antara S. Benu dan Pulau Betet) hingga 127 individu/liter (Laut di Pulau Betet). Tujuan dari perhitungan indeks saprobik komunitas plankton berguna untuk menentukan tingkat pencemaran ekosistem perairan. Dari perhitungan hasil studi yang dilakukan ternyata, indeks saprobik komunitas plankton untuk ke 5 stasiun penelitian yang ditentukan berkisar paling rendah +1,09 hingga tertinggi sebesar +1,60, yang bermakna bahwa derajad atau tingkat pencemaran yang terjadi di wilayah studi ringan hingga sangat ringan dengan sedikit senyawa organik dan anorganik yang berlangsung pada fase mesosaprobik/oligosaprobik hingga oligo/mesosaprobik. Indeks saprobik paling rendah sebesar 1,09 terdapat pada perairan laut Muara S. Benu dan antara S. Benu dan P. Betet. Sementara indeks saprobik sedang terdapat pada laut ujung Muara P. Betet dan Muara P. Betet di Tj. Pring dengan masing-masing sebesar 1,28 dan 1,37. Meskipun demikian indeks saprobik pada ke empat lokasi (Muara S. Benu dan antara S. Benu dan P. Betet serta Muara P. Betet dan Muara P. Betet di Tj. Pring) tersebut adalah berada tingkat pencemaran ringan dengan beban pencemaran sedikit senyawa organik dan anorganik serta berlangsung pada fase meso/oligosaprobik. Indeks saprobik tertinggi dan paling baik dalam penelitian ini serta terdapat pada stasiun atau lokasi penelitian laut P. Betet, yakni sebesar 1,60 yang bermakna tingkat pencemaran tergolong sangat ringan dengan sedikit senyawa organik dan anorganik yang berlangsung pada fase oligo/mesosaprobik. 
 




Kata kunci: Indeks Saprobik, Komunitas Plankton, Pencemaran.


PDF (Abstrak)                         PDF (free full text)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar